Pengumpan:
Tulisan
Komentar

48Richard Y. Chang dalam bukunya yang dahsyat, Performance Scorecard, Measuring The Right Things in The Right World, menyebutkan bahwa ada 6 langkah untuk menyusun pengukuran KPI yang dapat memenuhi kebutuhan para stakeholder, yang disebut sebagai 6C.

  1. Collect. Mencari input pengukuran  dari strategi perusahaan, target bisnis perusahaan, proses inti bisnis, harapan pelanggan, baik internal maupun eksternal, hasil pekerjaan setiap unit kerja dan hasil pekerjaan setiap individu pemegang jabatan dalam unit kerja.
  2. Create. Menemukan key result area yang penting dan key performance indicator yang sejalan bersama pihak atasan. Lanjut Baca »

FrustratedSesungguhnya ada demikian banyak alasan untuk menjustifikasi mengapa sebagian karyawan ketika melakukan pekerjaan, tidak memiliki kinerja yang cetar membahana. Setidaknya ada 13 alasan yang bisa saya sarikan dari bukunya Ferdinand Fournies yang luar biasa, Why Employees Don’t Do What They’re Supposed to Do and What to Do About It, masyaAllah susehnya nyebut nich judul buku…

  1. Mereka tidak tahu mengapa mereka sampai harus melakukannya.
  2. Mereka tidak tahu bagaimana cara melakukannya.
  3. Mereka tidak tahu tentang apa-apa yang seharusnya dilakukan.
  4. Mereka pikir cara Anda (sebagai atasan) tidak akan berhasil.
  5. Mereka pikir cara mereka lebih baik.
  6. Mereka pikir ada yang lebih penting.
  7. Tidak ada konsekwensi positif sebagai hasil kinerja tersebut.
  8. Mereka menganggap bahwa mereka yang sedang mengerjakan itu, padahal kenyataannya tidak.
  9. Mereka mengira bakal ada konsekwensi negatif bila mereka ngoyo mengejar target yang ditetapkan.
  10. Performa buruk mereka tidak mendapat konsekwensi negatif.
  11. Ada hambatan-hambatan di luar kendali mereka.
  12. Ada batasan-batasan pribadi yang menghalangi mereka dari merampungkan pekerjaan tersebut.
  13. Targetnya memang mustahil untuk dikerjakan.

production controlDewasa ini, seluruh industri manufaktur di dunia tengah berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Berbagai usaha perbaikan dilakukan demi mewujudkan organisasi yang efektif dan profitable, sekaligus kuat dalam persaingan. Jika Anda tidak segera mencari cara untuk melakukan perbaikan di tubuh organisasi, kemungkinan bisnis Anda akan tenggalam! Bagaimana caranya memulai sebuah inisiatif perbaikan? Simak tips-tips yang diberikan oleh Adrian Pask, Management Analyst dari Vorne Industries Inc., mengenai cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memperbaiki proses produksi.

Seorang plant manager yang dikenal sangat sukses pernah mengatakan pada Pask bahwa rahasia perusahaan manufaktur besar yang sukses adalah melakukan hal-hal sederhana dengan sangat baik dan sempurna. Dalam artikel ini, Pask memaparkan tips singkat mengenai cara powerful dalam menerapkan ide tersebut untuk mereduksi down time dan meningkatkan output. Lanjut Baca »

?????????Sejauh ini, kita telah sering membahas mengenai metodologi dan tools Lean Six Sigma yang mengarah kepada operational excellence dalam organisasi. Perusahaan dan organisasi manapun pasti memiliki visi yang menggambarkan business process exellence dan ingin melakukan continuous improvement. Namun ternyata, setelah semua persiapan dan perencanaan dilakukan dengan matang, banyak diantara organisasi dan perusahaan tersebut gagal memaksimalkan hasil dari usaha improvement yang telah dilakukan.

Para ahli di bidang Lean Six Sigma menemukan bahwa hal itu disebabkan karena dalam menindaklanjuti inisiatif business improvement, kita seringkali melupakan salah satu faktor penting yang dapat menjadi penentu kesuksesan improvement; faktor tersebut tak lain adalah: sumber daya manusia. Lanjut Baca »

Pertanyaan provokatif di atas saya tanyakan dalam talk show mingguan saya di SmartFM Network, dan dalam sekejap menuai respons yang beragam. Selain interaksi melalui telepon, ada 50 SMS yang dikirimkan pendengar dalam acara yang berdurasi satu jam itu. Hasilnya, 28% menyatakan mereka bekerja di tempat yang benar, 30% ragu-ragu dan 42% terang-terangan mengatakan bahwa mereka sekarang sedang bekerja di tempat yang salah. Namun masalahnya, mereka saat ini merasa sudah terjebak dan tak tahu lagi apa yang masih bisa mereka lakukan.

Survei kecil-kecilan yang saya lakukan di atas tentu saja tidak ilmiah karena tidak berdasarkan pada kaidah penelitian yang benar. Namun survei tersebut bisa menjadi semacam tanda bahwa banyak profesional kita yang bekerja di tempat yang salah. Sesungguhnya apa yang saya dapatkan ini tak jauh berbeda dari penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Kathleen Gage (Workplace Miracles). Data yang didapat Gage ternyata sangat mencengangkan. Ia menemukan bahwa 80% orang (di Amerika Serikat) bekerja di tempat yang salah. Lanjut Baca »

Bagaimana Anda Meningkatkan Produktivitas

Overall Labor Effectiveness (OLE) adalah indikator kinerja kunci (KPI) yang mengukur utilisasi, kinerja, dan kualitas tenaga kerja beserta dampaknya terhadap produktivitas. Mirip dengan efektivitas peralatan keseluruhan (Overal Equipment Effectiveness, OEE), OLE mengukur ketersediaan (availability), kinerja (performance), dan kualitas (quality).

  • Ketersediaan (availability) adalah persentase waktu yang dihabiskan karyawan dalam memberikan kontribusi efektif.
  • Kinerja (performance) adalah jumlah produk yang diserahkan.
  • Kualitas (quality) adalah persentase produk tanpa cacat (sempurna) yang diproduksi atau dapat dijual.

OLE membantu produsen untuk memahami kesaling-tergantungan dan trade-off produktivitas di lantai pabrik dan profitabilitas melalui mengukur kontribusi dari tenaga kerja. OLE memberikan kepada manajemen kemampuan untuk menganalisis pengaruh kumulatif dari ketiga faktor tenaga kerja (availability, performance, dan quality) pada output yang dihasilkan.

Berikut ini dikemukakan perhitungan sederhana tentang OLE. Misalkan ada seorang karyawan bernama Budi yang memiliki standar pekerjaan sebagai berikut. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.